Harga emas menunjukkan tren naik secara keseluruhan meski ada fluktuasi harian, sementara forex seperti EUR/USD tertekan penguatan dolar AS. Kripto seperti Bitcoin dan Ethereum sedang konsolidasi dengan potensi bullish, dan saham hot seperti Palantir serta MMIX menarik perhatian investor. Analisis ini berdasarkan data terkini per 19 Januari 2026 untuk rekomendasi trading.
Emas (XAU/USD & Antam)
Harga emas dunia turun tipis ke 4,594.83 USD/t.oz pada 18 Januari, tapi naik 5.81% dalam sebulan dan Antam tembus rekor Rp2,703 juta per gram. Analisis teknikal menunjukkan candle bearish harian dengan tekanan dari dolar kuat, resistance di level tinggi seperti Rp1,42,500–1,43,000 MCX. Rekomendasi: Hold untuk tren jangka panjang, close order jika gagal tahan support 1.1580.
Forex (EUR/USD & USD/JPY)
EUR/USD anjlok ke 1.1599-1.1600 akibat penguatan USD dan data inflasi Euro lemah, pola head & shoulders bearish terbentuk. USD/JPY koreksi ke 158.00 tapi uptrend jangka panjang di atas EMA20 157.33, RSI 62 mendukung kelanjutan. Rekomendasi: Close order atau short EUR/USD, hold atau open buy USD/JPY di atas 157.33.
Kripto (BTC & ETH)
Bitcoin konsolidasi di USD95,151 dengan range 90,000-100,000, support kuat 93,000 dan potensi retest 97,000 jika di atas 94,000. Ethereum turun 4% ke USD3,036 tapi volume naik 44%, tren positif dibanding Solana. Rekomendasi: Hold BTC untuk breakout bullish, open buy ETH jika stabil di atas 3,000.
Saham Luar (Palantir - PLTR)
Palantir catat NRR 134% dan margin operasional 51%, revenue akselerasi tapi valuasi forward P/S 67.5 tinggi. Tren high-growth tech kuat dengan ekspansi AI. Rekomendasi: Hold untuk momentum 2026, close jika overbought di resistance tinggi.
Saham Dalam (MMIX - IDX)
MMIX naik 568% tahunan, volatilitas tinggi dan potensi multi-bagger 2026 meski turun 2.83% baru-baru ini ke 206-254 IDR. Trending sebagai top gainer dengan lonjakan performa. Rekomendasi: Open buy di support untuk hold jangka menengah.
Kesimpulan
Prioritaskan hold emas dan kripto untuk lindung nilai, close/sell forex bearish seperti EUR/USD, serta open/hold saham growth seperti Palantir dan MMIX. Pantau data inflasi AS/Euro serta intervensi Yen untuk penyesuaian, dengan risk management ketat di tengah volatilitas Januari 2026.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar