Sabtu, 18 Oktober 2025

Tahun 2025 Investasi Emas Digital, Apakah Penipuan?


Video YouTube oleh Finansialku.com ini membahas tuntas investasi emas digital, membandingkannya dengan emas fisik, serta mengenalkan berbagai produk turunan emas lainnya.


1. Apa Itu Emas Digital dan Legalitasnya?

  • Definisi Emas Digital: Solusi investasi baru di mana kepemilikan emas dicatat secara digital. Emas digital yang legal wajib didukung oleh emas fisik yang dimiliki perusahaan penyedia.
  • Pencetakan Fisik: Jika dibutuhkan, kepemilikan digital bisa dicetak menjadi emas fisik (biasanya ada syarat minimal cetak, misal 1 gram).
  • Legalitas dan Pengawasan: Pedagang emas digital yang legal harus terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di bawah Kementerian Perdagangan.
  • Contoh Platform Legal: Antam, Kontan Syariah, Coin, Indogold, Trisa, Lakuemas, dan Pluang.

2. Perbandingan Emas Fisik vs. Emas Digital

Kriteria Emas Fisik Emas Digital
Modal Awal Minimal beli 0,5 gram (modal relatif besar). Bisa dimulai dengan modal kecil (misal Rp 50.000).
Waktu Transaksi Terikat jam operasional toko/bank. Kapan pun, melalui aplikasi.
Harga Beli Lebih mahal (termasuk biaya sertifikat/cetak). Terkesan lebih murah (biaya cetak dikenakan jika ingin fisik).
Penyimpanan Perlu tempat aman (risiko hilang/dicuri). Dititip simpan di perusahaan (biaya terjangkau).
Risiko Emas palsu, hilang, atau dicuri. Pencurian data (*cyber crime*), perusahaan tutup (diminimalisir oleh kustodian).

3. Produk-Produk Investasi Turunan Emas

Selain emas fisik dan digital, terdapat lima jenis produk turunan emas:

  1. Emas Fisik: Meliputi perhiasan, Dinar (koin emas 4,25 gram), dan Emas Cukim (emas lantakan/leburan).
  2. Produk Pasar Modal Berbasis Emas: Seperti Saham Perusahaan Emas (contoh: ANTM, MDKA) dan ETF Emas (*Exchange Traded Fund*), yang merupakan reksadana berbentuk emas yang diperjualbelikan di Bursa Efek.
  3. Bullion Bank (Bank Emas): Bank yang menawarkan layanan beli, cicil, hingga deposito emas dengan hasil dalam satuan gram.
  4. Perdagangan Emas Berjangka (*Gold Futures*): Perdagangan emas menggunakan *leverage*. Berisiko tinggi, namun berpotensi *return* tinggi.
  5. Blockchain (Real World Asset Berbasis Emas): Teknologi *blockchain* yang dikawinkan dengan emas, contoh produknya adalah GIDR (*Gold Indonesia Republic*).

Strategi Keuangan

Pembicara menyarankan penggunaan emas sebagai dana darurat. Sementara untuk investasi jangka menengah atau jangka panjang (lebih dari 5 tahun) dan untuk *income* rutin, dapat menggunakan investasi saham perusahaan emas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar